The Previous Job

I used to have a particular job.
I was dedicated to it for more than a couple years.

Padahal dari awal udah dikasih tau, pekerjaan ini ngga dan ngga akan pernah menawarkan something ‘wow’.
Menjanjikan sesuatu yang besar di masa depan? Nope.
Jaminan progress positif secara berkala? Ngga pernah kesebut.
Benefit health insurance dengan coverage memadai? Nope. Justru kalo gue sampai kenapa-napa karena kerjaan ini, diharapkan bisa ngurus sendiri sampe sembuh dengan sendirinya.
Appraisal yang cihuy wujudnya tiap performance kita bagus? Yeah, you wish..

Jadi apa?

Bikin bahagia? Strangely iya. Kerjaan yang gue lakukan anehnya memberi efek begitu. Sayangnya temporary aja sifatnya. Tapi jujur, pekerjaan ini memberikan efek aneh, semacam comfort zone yang susah direlakan untuk dilepas. Ada rasa membutuhkan dan dibutuhkan. Ada sensasi tersendiri saat memberikan effort terbaik gue. Trus apakah gue akan diangkat karena performance all out gue? Sorry to let you down, but nope.

Agak sinting ya, volunteer aja masih bisa dapet sponsor ya. Ini udah jungkir balik perform plus beresiko bisa kenapa-napa sendiri, ngga ada jaminan diurusin pula.

Trus bertahan sampai kapan?

Humanity gue terusik…
Karena gue juga manusia biasa, gue punya batas daya tahan. Ngga betah liat orang di-serve ini-itu tapi ngga kenal kata terima kasih. Ngga tahan liat orang pelit maaf saat sudah jelas-jelas salah. Ngga tahan cuma dicari saat dibutuhkan, sisanya keinget ada orang macam gue disana pun ngga. Lingkungannya sudah menjadi semakin negatif. As much as I enjoy what I do, gue ngeri juga sampe terhanyut di dalamnya. I don’t hate the job. I hate the circumstances.

Dan kapan tepatnya gue meledak? Saat gue dikasih tau secara gamblang bahwa gue itu ngga lebih dari sekedar ‘penampakan’ disana. Gue ada atau ngga, rasanya ngga berbeda. Duarr..!! OK, that is it..

Tapi butuh waktu dua tahun lebih ya.. lama ya? Kekeuh pisan. Hahahah. Saat gue di dalamnya, itungan waktu ngga terlalu berasa sih.. 😀

Dan gue, terlepas dari apakah kondisi yang ngga memungkinkan disana, atau entahlah apalagi, selintas gue berpikir, maybe..

I’m just not the right person for the JOB.

So it’s a wise thing to let it go.

Advertisements

2 comments

  1. Paramita Mirza · May 8, 2012

    wuaw, sampe meledak gitu ternyata ^^; jadi ada rencana let it go ya? cerita dong mbaaak, penasaran XD

    • nyumnyun · May 8, 2012

      hahahah.. ayo dong makanya jgn eksis di twitter dan FB aja.. *membik2*
      hehehe

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s