Butuh

Simpel. Ada kebutuhan, ada kemauan, ada aksi.

Pernah merasa segitu cukup seringnya dibutuhkan sama orang lain (walaupun kadang bikin repot deeeh..) trus saat orang lain tersebut tiba-tiba ngga butuh lagi, eh malah kita yang balik nyariin..?

Lumayan sering baca blog post para orang tua yang somehow saat melihat anaknya struggle dalam milestone-nya (pas masih baby, belajar tengkurep sendiri sampe glundungan kesana -kemari, ngotot mau nyuapin makan sendiri padahal belepotan kemana-mana), ternyata si anak gigih mau nyoba sendiri, lalu terbersit rasa khawatir yg aneh, karena membayangkan suatu saat akan ada masanya dimana sang orang tua akan kehilangan rasa dibutuhkan oleh anaknya karena sang anak sudah mandiri dengan sendirinya.. đŸ™‚ *maaf ya ibu-ibu, bukannya bermaksud sotoy nyamain nih, but I hope you get the idea*

Jadi, saat si orang itu tiba-tiba muncul dengan mungkin satu request aja, rasa yang muncul dalam diri kita tuh antara kesel (lo nyari pas butuh doang deh), atau senang karena ada semacam rasa diandalkan saat momen tertentu (faktor narsis kadang membutakan bagian ini nih :P).

Atau karena dalam kasus beberapa orang, the need to give-nya terlalu besar? Hmm.

Aneh, tapi ternyata rasa ‘dibutuhkan’ bisa bikin nagih, membuat orang tetap bertahan walaupun situasinya sulit, dan bisa bikin kehilangan saat semua berhenti begitu saja.

My 2 cents.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s