Pesan Sponsor

Malam ini diingatkan oleh seseorang.

“Ngga perlu tunjuk-tunjuk. ‘Daleman’-nya  cuma masing-masing orang dan Tuhan yg tahu. Ngga usah nuduh-nuduh, inget aja diri sendiri juga masih banyak salahnya.”

Ujung-ujungnya dijembrengin ini deh..

On no soul doth Allah place a burden greater than it can bear. It gets every good that it earns and it suffers every ill that it earns. (Pray): “Our Lord! condemn us not if we forget or fall into error; our Lord! Lay not on us a burden like that which Thou didst lay on those before us; Our Lord! lay not on us a burden greater than we have strength to bear. Blot out our sins and grant us forgiveness. Have mercy on us. Thou art our Protector; help us against those who stand against faith.” (2:286)

Hm.. Makasih. 🙂

Jadi ingat teman pernah berujar untuk jangan berharap banyak dari manusia, tempat berharap atau meminta itu memang paling pas ke Tuhan. Dan seorang teman lainnya juga pernah bilang, Rasulullah saja tersenyum pada orang yang meludahinya. Well.. saya sih ngga bisa janji saya akan sesabar itu, jujur aja sih 🙂

Anyway, ngga nyambung sama curcol saya diatas? gapapa, biar cukup saya aja yang ngerti, biar sekedar keluar unek-unek di hati. Nyuwun pangapunten nggih.. 🙂 *permisi kok di blog sendiri :P*

Oia.. bicara soal tunjuk-tunjukan, saya punya cerita, tapi agak serem sih..eh gatau juga ding, we’ll see. 😀

Pernah dengar ungkapan seperti ini?

“Kalau lagi di pemakaman, jangan main tunjuk-tunjuk yah, nanti ada yang ‘kesinggung’ bisa berabe deh.”

Trus, biasanya mitosnya adalah jari yang kita pakai untuk nunjuk musti diemut (emut sendiri loh yaa..hahah :P)..dan semacamnya deh. Saya sendiri pernah lupa main tunjuk 😀 dan entah kenapa (wallahu a’lam) memang ujung-ujungnya jadi berabe beneran sih. 😀

Ceritanya sih terjadi pas libur lebaran 2 tahun lalu. Keluarga saya memang seringnya pulang kampung tiap tahun, dan ziarah ke makam para ‘senior’ pun biasanya dilakukan. Siang itu, cuaca tidak terlalu panas. Kebetulan keluarga saya ingin mengunjungi satu makam almarhum Pakde (kakak dari ibu saya) yang belum terlalu lama meninggal. Dan jujur kita memang kurang tahu dimana lokasi makam persisnya.

Saya pun berjalan kesana kemari, tengak-tengok. Lalu saya menemukan sebuah makam dengan nama yang sama persis dengan Alm. Pakde saya. Tanpa memperhatikan lebih lanjut saya lalu teriak-teriak memanggil keluarga saya untuk memberitahu, dan memang saat itu posisi telunjuk saya sambil menunjuk ke arah makam tersebut. Entah cuma perasaan saya saja atau gimana ngga tau juga, sesaat setelah saya teriak-teriak itu, tiba-tiba ada angin yang cukup kencang sampai daun-daun dari pepohonan rimbun di pemakaman pun berguguran..dan saya memang sempat merasa seperti ada yang aneh..tapi saya lalu memutuskan untuk cuek saja.

Long story short, malamnya saat tidur saya bermimpi dikejar-kejar seorang bapak yang sudah tua. Wujudnya jelas, manusia…untungnya hehe 😀 dan dia masuk dari jendela kamar saya yang di mimpi itu ada di lantai 2, saat itu suasananya juga sedang malam hari dan saya sedang tidur. Bapak itu lalu meminta saya dengan nada memaksa untuk menjadi istrinya…whoaaaaahhh…. saya terus kabur deh keluar kamar, turun ke lantai bawah, pokoknya lari kesana kemari deh di dalam rumah dan si bapak itu terus-terusan mengikuti saya. Dan rasanya saat itu saya kesel sekali dengan si bapak yang kekeuh pisan sampe ngga berhenti ngejar-ngejar saya. Saya lalu marah-marah ke dia, ngomel deh ceritanya sambil kejar-kejaran sama si bapak itu. Trus..tiba-tiba saya bangun aja gitu. Napas ngos-ngosan, bengong. Dan begitu saya udah sadar, ternyata di sekeliling saya rame, ada ibu, kakak, kakak sepupu, pakde dan bude saya, semua mengelilingi saya. Apa pasal? ternyata saya ngigo dengan hebohnya pas mimpi itu…dan tangan saya gerak kemana-mana. Dan menurut pakde saya, beliau ada sekitar 15 menitan berusaha membangunkan saya, tapi ngga bisa juga. Beliau juga orang pertama yang mendengar ocehan saya pas ngingo itu…jadilah beliau khawatir, dan akhirnya rame deh tuh pada berusaha nyadarin saya. 😀

Setelah bangun, saya cuma bisa istighfar, dan teringat kalo sebelumnya saya ketiduran dan belum sholat isya. Nah.. saat itu juga saya teringat, kalau makam yang saya tunjuk siang tadi itu adalah makam yang salah. Yep, saya memang salah tunjuk, ternyata makam Alm. pakde saya ada beberapa meter di sebelah makam yang saya tunjuk sebelumnya, cuma namanya saja memang sama persis. Apakah sang bapak yang ada di mimpi saya ada hubungannya dengan kejadian tunjuk-menunjuk itu? saya ngga mau berspekulasi, cuma bisa istighfar dan memutuskan untuk buru-buru wudhu lalu sholat dan tak lupa sekalian memanjatkan doa untuk sang bapak yang habis mampir di mimpi saya. Hehe.

So there you go cerita saya.. Maaf kalau ada yang habis baca trus jadi ada sensasi merinding disko gimanaaaa gitu 😛

Atau malah jadi penasaran pengen buktiin sendiri? Jangan gila deeeh 😛 ingat-ingat, kalau kita baik, semoga yang lain juga jadi baik ke kita..itu aja sih 😉

Jadi jangan asal  tunjuk ya…!!! 😀

Ciao 🙂

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s