KDRT.

Yep, kepanjangannya memang adalah Kekerasan Dalam Rumah Tangga.
Tapi disini gw akan menggantinya menjadi kekerasan dalam hubungan pacaran saja (karena konteksnya memang masih berstatus pacaran ya).
Setelah sekian lama cuma mendengar atau melihat sekilas (ga pernah berminat mengikuti secara detail, miris rasanya…) berita mengenai hal tersebut, semalam akhirnya gw menyaksikan sendiri seperti apa dampak dari kekerasan semacam itu. Please take note, hanya menyaksikan ya, bukan mengalami sendiri, don’t get me wrong, dan juga jangan tanya detail kejadiannya gimana, karena gw ngga akan menceritakannya. 🙂
Kekerasan yg gw lihat terjadi semalam bukan hanya berefek secara fisik, tapi juga emosional. Menyakiti orang lain lewat kata-kata juga bisa mengakibatkan sakit yg susah disembuhkan ya, sakit hati karena kata-kata yg tidak sepantasnya itu juga ga sepele lho..

Long story short, I learn about these last night :

  • Manusia bisa menjadi egois saat mendambakan sesuatu tapi susah mendapatkannya.
  • Manusia juga bisa menggunakan cara yg egois saat berusaha mewujudkan keinginannya, tidak akan peduli apakah caranya itu akan menyakiti orang lain, yg penting kalau bisa cepat-cepat terwujud.
  • Thin line between love and hate. You said you love someone, tapi dengan cepat dan mudahnya juga menyakiti orang yg pernah diaku sayang itu.
  • For some people, under certain circumstances, memaafkan itu susah.
  • Love indeed can be blind. Sudah tahu sakit, tetap memilih bertahan dan menerima sikap yg menginjak-injak harga diri seseorang. Tabungan ikhlas?? membiarkan diri terus disakiti dan berusaha ‘legowo’ itu rasanya bukan sikap yg mengarah ke ikhlas ya… 🙂
  • Sikap diam dan menerima keadaan tidak bisa selalu diterapkan untuk segala kondisi.
  • Ketika sikap yg mengarah ke kekerasan sudah mulai terlihat, RUN!! cari perlindungan, get away as fast as you can, and don’t look back. Never look back. Bisa melakukan kekerasan lebih dari sekali adalah indikasi yg sudah sangat cukup bahwa orang tersebut pasti akan melakukannya lagi dan lagi.
  • Stick around with someone who will care for your feelings, respect your preferences, without being disgraceful to you. Remember, if you’re that good, you don’t have to bring everybody else down.

Have a peaceful life everyone.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s