no words

***

Pada awalnya kita berjauhan lalu mendekat dan menjadi satu. Pada awalnya kita berbeda lalu saling belajar hingga akhirnya mengerti. Pada awalnya kita berkekurangan lalu saling sokong dan saling melengkapi hingga menjadi kuat. Pada awalnya adalah aku dan kamu, lalu kita bertemu dan menjadi Kita.

Kita masih sama-sama mencari jejak hikmah dan jejak Tuhan pada apa yang terjadi. Hingga kamu berkata,“Tuhan, jadilah dibumi seperti kehendak SorgaMu”, dan aku menyerah, mengangkat tangan meminta Tuhan turun tangan menyelesaikannya.

Kita berdamai pada kehilangan, berdamai pada ketiadaan, berdamai pada kesulitan, berdamai pada ketidakmampuan.

JanjiMu sperti fajar pagi hari

Yang tiada pernah terlambat bersinar

CintaMu sperti sungai yang mengalir

Dan kutau betapa dalam KasihMu

***

Bukankah Kami telah melapangkan untukmu dadamu? Dan Kami telah menghilangkan daripadamu, bebanmu. Yang memberatkan punggungmu. Dan Kami tinggikan bagimu sebutan (nama)mu. Karena sesungguhnya sesudah kesulitan itu ada kemudahan, sesungguhnya sesudah kesulitan itu ada kemudahan. Maka apabila kamu telah selesai (dari sesuatu urusan), kerjakanlah dengan sungguh-sungguh (urusan) yang lain. Dan hanya kepada Tuhanmulah hendaknya kamu berharap. (Alam Nasyrah: 1-8)

***

taken from here

*kudos to both of them. for all the love they shared. for all the words written in their blog. for their attempts in facing the world together as a solid couple. i shed my tears after reading it. *fiuhh..fiuh..berusaha tenang* yep reading their blog brings some uneasy and mixed feelings to me*

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s